Malang, Selayang Pandang

 

 

 

Kabupaten Malang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, dan salah satu merupakan Kabupaten terluas di Jawa Timur dengan luas wilayah sebesar 3.348 km² (setara 334.800 Ha), dengan jumlah penduduk sebesar 2.346.710 jiwa. Jumlah penduduk yang sedemikian besar, menjadikan Kabupaten Malang sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Potensi terbesar Kabupaten Malang, meliputi : pertanian, perkebunan, dan pariwisata.

Dengan luas wilayah tersebut, Kabupaten Malang dibagi menjadi 33 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi sejumlah desa dan kelurahan. Sebelumnya, Kabupaten Malang telah mengalami dua kali pemekaran wilayah, yaitu menjadi Kota Malang dan Kota Batu. Selain itu, beberapa kecamatan di Kabupaten Malang, memiliki ibukota kecamatan yang cukup besar antara lain,  Lawang, Singosari, Turen, Dampit, dan Kepanjen.

Saat ini, ibukota Kabupaten Malang berada di Kepanjen, yang berada dibagian selatan Kabupaten Malang. Penetapan Kepanjen menjadi ibukota Kabupaten Malang, berdasarkan PP Nomor 18 Tahun 2008. Awalnya, pusat pemerintahan Kabupaten Malang berada di Kota Malang. Secara bertahap, kantor pemerintah dan fasilitas pendukung lainnya, mulai dipindahkan dari Kota Malang ke Kepanjen.

Sejarah

Kerajaan Singhasari pada awalnya dipimpin Akuwu Tunggul Ametung dan berpusat di Tumapel. Kerajaan ini berada dibawah kekuasaan Kerajaan Kediri. Pusat kerajaan dipindahkan ke Malang, setelah Ken Arok berkuasa di Singhasari, dengan cara membunuh Akuwu Tunggul Ametung dan mengalahkan Kerajaan Kediri. Ken Arok juga menikahi Ken Dedes, istri dari Tunggul Ametung.

Ken Arok mengangkat dirinya sebagai raja, dan bergelar Prabu Kertarajasa Jayawardhana atau Dhandang Gendhis yang memerintah pada tahun 1185 – 1222.

Setelah mengalami masa jatuh bangun, kerajaan di Malang dan sekitarnya jatuh ke tangan Mataram, yang pemerintahannya berpusat di Demak. Pada masa itu, Malang berada di bawah pemerintahan Adipati Ronggo Tohjiwo dan hanya berstatus wilayah kadipaten.

Peninggalan sejarah lampau, dibuktikan dengan nama-nama desa seperti : Kanjeron, Balandit, Turen, Polowijen, Ketindan, Ngantang dan Mandaraka. Juga peninggalan candi-candi, seperti :

§   Candi Kidal, di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang

Candi ini merupakan tempat penyimpanan jenazah Anusapati

§   Candi Singhasari, di Desa Pagentan, Kecamatan Singosari

Candi ini merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Kertanegara

§   Candi Jago (Jajaghu), di Desa Jago, Kecamatan Tumpang

Candi ini merupakan tempat penyimpanan abu jenazah Wisnuwardhana

Bukti peninggalan sejarah yang lain, yaitu prasasti. Prasasti yang ditemukan menunjukkan daerah ini telah ada sejak abad VIII, yaitu Kerajaan Singhasari dan beberapa kerajaan kecil lain, seperti Kerajaan Kanjuruhan. Berita ini tertulis dalam Prasasti Dinoyo. Prasasti itu menyebutkan peresmian tempat suci pada hari Jum`at Legi tanggal 1 Margasirsa 682 Saka, dan dalam tahun kabisat, tanggal ini merujuk pada 28 Nopember 760. Dan tanggal inilah yang dijadikan patokan hari jadi Kabupaten Malang.

Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, dilakukan pengangkatan Bupati Malang untuk pertama kalinya. Bupati Malang yang pertama, adalah Raden Tumenggung Notodiningrat. Pengangkatan Raden Tumenggung Notodiningrat sebagai Bupati Malang, berdasarkan resolusi Gubernur Jenderal 9 Mei 1820 Nomor 8 Staatblad 1819 Nomor 16.

Untuk memperingati hari jadi Kabupaten Malang, sejak tahun 1984, bertempat di Pendopo Kabupaten Malang ditampilkan upacara Kerajaan Kanjuruhan, lengkap dengan pakaian adat zaman itu. Sedangkan untuk para hadirin dianjurkan berpakaian khas daerah Malang sebagaimana ditetapkan

Geografis

Kabupaten Malang terletak pada 112”035’10090” sampai 112”57’00” Bujur Timur 7044’55011” sampai 8026’35045” Lintang Selatan. Disebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri dan sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.

Sebagian besar wilayah Kabupaten berupa pegunungan. Bagian barat dan barat laut berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Arjuno (3.339 m) dan Gunung Kawi (2.651 m). Di pegunungan ini terdapat mata air Sungai Brantas, sungai terpanjang di Jawa Timur.

Bagian timur merupakan kompleks Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya Gunung Bromo (2.392 m) dan Gunung Semeru (3.676 m). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Dan Kota Malang sendiri berada di cekungan antara kedua wilayah pegunungan tersebut. Bagian selatan berupa pegunungan dan dataran bergelombang. Dataran rendah di pesisir selatan cukup sempit dan sebagian besar pantainya berbukit.

Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian dengan iklim sejuk. Daerah utara dan timur banyak digunakan untuk perkebunan apel. Daerah pegunungan di barat banyak ditanami sayuran dan menjadi salah satu penghasil sayuran utama di Jawa Timur. Daerah selatan banyak digunakan ditanami tebu dan hortikultura, seperti salak dan semangka. Selain perkebunan teh, Kabupaten Malang juga berpotensi untuk perkebunanan kopi,dan cokelat (daerah pegunungan Kecamatan Tirtoyudo). Hutan jati banyak terdapat di bagian selatan yang merupakan daerah pegunungan kapur.

Transportasi

Wilayah Kabupaten Malang (dan sekitarnya) dapat diakses dengan menggunakan berbagai moda transportasi, yaitu : bus, kereta api dan pesawat. Sedangkan untuk angkutan dalam Kota Malang ataupun antar wilayah dan desa di Kabupaten Malang, dilayani oleh angkutan kota atau angkutan pedesaan. Angkutan kota atau angkutan pedesaan, tersedia secara cukup. Bahkan untuk rute-rute tertentu, angkutan tersedia selama 24jam.

Bus

Terminal bus antarkota adalah Terminal Arjosari (terminal pusat yang melayani semua jurusan), Hamid Rusi (jurusan Dampit, Wajak, Lumajang, Blitar, dan Tulungagung), dan Landungsari (jurusan Jombang, Tuban, dan Kediri). Ketiga terminal tersebut berada diwilayah Kota Malang.

Adapun untuk angkutan dalam Kabupaten Malang, menggunakan bus mini dan angkutan pedesaan. Terminal di wilayah Kabupaten Malang tersebar dikecamatan-kecamatan diwilayah Kabupaten Malang

Kereta api

Malang terletak di jalur kereta api lintas Surabaya – Malang – Blitar – Kertosono – Surabaya. Terdapat enam stasiun di wilayah Kabupaten Malang (Lawang, Singosari, Pakisaji, Kepanjen, Ngebruk, dan Sumberpucung). Sedangkan stasiun utama adalah stasiun Kota Baru, yang berada diwilayah Kota Malang.

Tersedia berbagai pilihan Kereta Api dari dan ke Malang. Untuk kelas Ekonomi, terdapat KA Penataran (Surabaya – Malang – Blitar), KA Matarmaja (Malang – Jakarta) dan KA Tawang Alun (Malang – Banyuwangi).  Sedangkan KA Eksekutif/Bisnis, terdapat KA Gajayana (Malang – Jakarta), KA Malabar (Malang – Bandung) dan KA Senja Kediri (Malang – Pasar Senen).

Pesawat

Bandara Abdul Rahman Saleh yang terletak di Kecamatan Pakis, merupakan Pangkalan TNI Angkatan Udara, yang sekaligus dioperasikan untuk melayani penerbangan sipil. Saat ini, tersedia dua rute penerbangan, yaitu Penerbangan Malang – Jakarta (dilayani oleh Sriwijaya Air, Garuda Indonesia dan Batavia Air), sebanyak enam kali penerbangan. Sedangkan rute Malang – Denpasar (dilayani oleh Wings Air), sebanyak satu kali penerbangan.