Mencegah Alzheimer dengan membaca (mengaji)

Alzeimer, apa dan bagaimana

Alzheimer bukan penyakit menular, melainkan merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis (proses kematian sel-sel) otak pada saat hampir bersamaan, sehingga otak si penderita tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer juga dikatakan sebagai penyakit yang sinonim dengan orang tua. Dan resiko pengidap Alzheimer meningkat seiring pertambahan usia (sumber : wikipedia)

Nama penyakit Alzheimer berasal dari nama Dr. Alois Alzheimer, dokter berkebangsaan Jerman yang pertama kali menemukan penyakit ini pada tahun 1906. Dr. Alzheimer memperhatikan adanya perubahan jaringan otak pada wanita yang meninggal akibat gangguan mental yang belum pernah ditemui sebelumnya. Hasil pengamatan dari pembedahan, Alzheimer mendapati saraf otak tersebut bukan saja mengerut, bahkan dipenuhi dengan sedimen protein yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit neuro fibrillary (sumber : wikipedia)

Adapun beberapa gejala dari  penderita Alzheimer, yaitu : lupa meletakkan kunci, lupa nomer telepon, kesulitan mengurus diri sendiri, kesulitan bicara, kesulitan mengambil keputusan yang tepat dan disorientasi terhadap waktu, tempat dan orang.
Menurut Dr Anoop Chatuverdi, “Untuk mencegah Alzheimer, penting untuk mengaktifkan kinerja otak setiap saat. Cara yang paling tepat ialah selalu mengakses informasi dengan cara Googling, dan lakukanlah di mana saja,” kata , International Advisor and Research Director Antiaging dalam seminarnya “Brain Enhancment and Neurotransmitters: How To Do It” di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (1/7/2011) (dikutip dari OkeZone.com)

Alzheimer dan Mengaji

Berdasarkan kajian diatas, sebagai manusia yang beriman, kita dapat  “mengganti atau mengkombinasikan” kegiatan Googling Informasi dengan cara memperbanyak membaca atau mengkaji Al Quran dan Hadist.  Selain sebagai bagian dari usaha untuk menjaga kemampuan otak, meminimalkan resiko alzheimer, mengkaji Al Quran dan Hadist juga memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana dalil-dalil berikut :

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah swt dan mendirikan sembahyang dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terangterangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah swt menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah swt Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30)

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat At-Tirmidzi)

“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)

Diolah dari berbagai sumber.

Source & Link :

http://lifestyle.okezone.com/read/2011/07/01/195/474879/cegah-alzheimer-rutin-googling

http://id.wikipedia.org/wiki/Alzheimer